Bisnis

Aditya Farhan Arif Resmi Menjabat Direktur Utama IBC: Rekam Jejak & Tantangan Ke Depan

Aditya Farhan Arif kini pimpin Indonesia Battery Corporation, dengan latar belakang riset, teknologi, dan manajemen korporat.

Aditya Farhan Arif kini pimpin Indonesia Battery Corporation, dengan latar belakang riset, teknologi, dan manajemen korporat.

Perombakan Kepemimpinan IBC

Sejak September 2025, Indonesia Battery Corporation IBC memiliki Direktur Utama baru, yakni Aditya Farhan Arif, yang ditunjuk menggantikan Toto Nugroho. Penunjukan ini berlangsung di tengah agenda nasional mempercepat hilirisasi mineral strategis.

Latar Belakang Akademis dan Keilmuan

Aditya merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung ITB, kemudian melanjutkan program magister pada institusi yang sama. Ia meraih gelar Doktor Teknik dari Hiroshima University, Jepang.

Karier Profesional di Rekind dan MIND ID

Karier Aditya sebelumnya banyak dijalani di PT Rekayasa Industri Rekind, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia yang bergerak di bidang rekayasa, pembangunan, dan konstruksi. Dari 2009–2014, ia menjabat sebagai Senior Product Owner di Strategic Business Unit Migas Onshore. Pada 2019–2021, ia menjadi Manager of New Investment, kemudian dipromosikan menjadi Vice President of Corporate Planning & New Investment hingga 2022.

Selanjutnya, Aditya mulai bekerja di PT Industri Mineral Indonesia MIND ID sejak tahun 2022. Ia menjabat sebagai AVP Koordinator Riset dan Inovasi Teknik, sebelum kemudian menjadi Kepala Departemen Perencanaan Korporat di Maret 2023, lalu Kepala Departemen Pengembangan Teknologi sejak September 2023.

Bidang Keahlian & Penghargaan Akademik

Aditya memiliki spesialisasi di bidang pengembangan teknologi, terutama untuk sistem baterai kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, dan teknologi pengolahan bahan baku kritis. Ia juga memiliki kepakaran riset; pernah menjadi Research Professor di kampus Jepang, dan melakukan penelitian kolaboratif di institusi internasional seperti ETH Zurich.

Di ranah penghargaan, Aditya memperoleh Hosokawa Young Promising Researchers Award pada 2016 dan SPTJ Outstanding International Contributor pada 2019. Ia juga aktif mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional.

Tantangan dan Fokus di Masa Jabatan Baru

Saat menjabat, Aditya mewarisi sejumlah tantangan: menyelesaikan proses administratif dan kepengurusan perusahaan, memastikan kelangsungan proyek strategis seperti Proyek Titan ekosistem industri baterai terintegrasi, serta mempertahankan kinerja sekaligus kredibilitas IBC setelah kasus hukum yang menjerat pendahulunya.

Ia juga dihadapkan pada tanggung jawab untuk mengartikulasikan strategi keberlanjutan ESG, mendorong penelitian dan inovasi dalam teknologi baterai dan material kritis, serta memastikan keterlibatan hulu–hilir yang produktif antara pemangku kepentingan pertambangan, regulator, dan investor.