Anies Peringatkan Potensi Kecurangan Pemilu: Seperti 'Gol Tangan Maradona' yang Tak Diakui
Anies Baswedan menegaskan bila terjadi kecurangan saat pemilu, sebagaimana analogi 'gol tangan Maradona', pihak yang menang tidak seharusnya diam; perlunya respons serius demi menjaga legitimasi dan kepercayaan publik.
Pernyataan Anies tentang Kecurangan Pemilu
Anies Baswedan menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu, dengan menggunakan analogi “gol tangan Maradona” — yaitu tindakan yang jelas mencederai aturan, namun pelakunya tidak mengaku dan tidak mendapat tindakan yang tegas dari pihak terkait. Ia menegaskan bahwa jika situasi serupa terjadi di dalam proses demokrasi, maka pihak yang dirugikan tidak dapat tinggal diam karena hal tersebut akan merusak kepercayaan publik terhadap hasil Pemilu.
Konteks Penggunaan Analogi
Analogi 'gol tangan Maradona' merujuk pada insiden dalam pertandingan sepak bola, di mana pemain memilih bertindak tidak sportif dengan menyentuh bola menggunakan tangan untuk memperoleh keunggulan. Dalam konteks Pemilu, Anies menggambarkannya sebagai situasi di mana terjadi pelanggaran yang nyata namun pelakunya tidak mengakui atau ditegur, sementara korban atau masyarakat hanya diam karena minimnya respons institusional.
Upaya Anies Meminta Respons Proaktif
Dengan kuat, Anies meminta agar seluruh elemen masyarakat, penyelenggara Pemilu, dan aparat negara tidak bersikap pasif bila menemukan indikasi pelanggaran. Ia menekankan pentingnya mekanisme pengawasan yang transparan dan tindakan nyata terhadap laporan kecurangan agar tak ada pihak yang merasa diperlakukan tidak adil. Menurutnya, diamnya masyarakat dan institusi atas ketidakjujuran akan menimbulkan legitimasi yang dipertanyakan.
Dampak Kehilangan Kepercayaan Publik
Anies mengingatkan bahwa tindakan diam atas kecurangan, terutama yang dilakukan dengan cara terang-terangan, bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga integritas demokrasi. Bila masyarakat merasakan bahwa pemilu sudah rusak karena manipulasi yang tak diselesaikan, maka kepercayaan terhadap negara, penyelenggara pemilu, dan hasil pemilu akan terus menurun — efek yang bisa jauh lebih merusak jangka panjang daripada kontroversi pilihan politik.
Reaksi Terhadap Isu Kecurangan Pemilu 2024
Sebelumnya, Anies telah mengungkap bahwa publik sudah menangkap berbagai tanda kecurangan yang muncul sejak jauh hari sebelum tanggal pemungutan suara. Indikasi-indikasi ini menurutnya memengaruhi suasana persaingan dan menimbulkan keraguan terhadap kejujuran proses pemilu. Dia juga menyuarakan pentingnya semua pihak, termasuk tim hukum, untuk mengumpulkan bukti valid agar kritik terhadap proses Pemilu tidak sekadar kontroversi publik.
Seruan Terbuka untuk Pengawasan
Anies menyerukan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, melainkan juga turut aktif dalam menjaga keadilan penyelenggaraan Pemilu. Ia mendorong agar semua temuan penyimpangan dilaporkan melalui jalur resmi seperti Badan Pengawas Pemilu dan MK, agar kecurangan tidak dibiarkan berlarut-larut. Hal ini penting supaya hasil pemilu bukan hanya memenangkan pasangan calon, melainkan juga memperoleh legitimasi moral dan kepercayaan luas publik.