Syifa Tanggapi Keras Netizen yang Menuduh Hamil Lagi dan ‘Numpang’ Ketampanan Ayu Ting Ting
Syifa dan Ayu Ting Ting beri respons tegas terhadap komentar julid terkait kehamilan dan fasilitas mewah
Pernyataan Syifa Menanggapi Komentar Negatif Netizen
Di awal tahun 2026, Assyifa Nuraini—yang lebih dikenal dengan panggilan Syifa—mengumumkan bahwa dirinya sedang mengandung anak ketiga. Sayangnya, kebahagiaan tersebut diiringi oleh munculnya komentar negatif dari sejumlah netizen. Tuduhan bahwa Syifa hanya ikut menikmati fasilitas mewah yang diperoleh dari sang kakak, Ayu Ting Ting, kembali ramai di media sosial.
Sikapnya tidak tinggal diam. Melalui Instagram Stories pada Minggu, 4 Januari 2026, Syifa menegaskan bahwa keputusan berapa banyak anak yang hendak dimilikinya merupakan urusan pribadi yang tidak perlu dikomentari oleh publik. Ia juga mempertahankan kehormatan suaminya, Nanda Fachrizal, yang sering dituduh tidak bekerja dan hanya bergantung pada Ayu. "Gue punya laki, laki gue punya kerjaan. Jadi laki gue bukan pengangguran," tegasnya.
Pembelaan Syifa soal Hubungan dengan Ayu dan Persepsi Publik
Soal tudingan bahwa ia "numpang" atas keberhasilan Ayu sebagai kakak, Syifa menanggapi bahwa mendapatkan kesempatan berlibur ke luar negeri berkat uluran tangan kakaknya adalah bentuk rezeki yang patut disyukuri. Ia mengecam orang-orang yang iri dan memilih mempermasalahkan kehidupan pribadinya ketimbang mensyukuri momen positif tersebut.
Dukungan Ayu Ting Ting atas Adiknya
Ayu Ting Ting, yang juga menjadi sorotan publik karena kasus ini, turut memberikan respon langsung. Dalam Instagram Story pribadinya, Ayu mempertanyakan mengapa ada pihak-pihak yang masih mempermasalahkan urusan pribadi orang lain di era sekarang. Ia menegaskan bahwa tak ada yang salah jika adiknya hamil lagi, dan menyebut komentar-komentar tersebut sebagai bentuk kecemburuan terhadap kebahagiaan orang lain.
Refleksi Publik atas Privasi dan Hati Nurani
Kasus ini menjadi cerminan kegelisahan mengenai batas antara kehidupan publik dan pribadi figur publik. Syifa secara tegas memperjuangkan ruang privasi atas keputusan reproduksi dan kebersamaan dalam keluarga, sedangkan publikasi momen pribadi seperti liburan kebersamaan dianggap banyak pihak sebagai hal yang memberikan ruang bagi komentar publik, termasuk yang tidak membangun. Semangat toleransi dan empati menjadi penting ketika figur publik juga menghadapi dampak dari sorotan dan kritik.