Bisnis

Cek Fakta: Klaim Link Hadiah PLN Tahun Baru 2026 Adalah Hoaks

PLN menyatakan bahwa klaim hadiah Tahun Baru 2026 melalui link kuesioner adalah informasi palsu

PLN menyatakan bahwa klaim hadiah Tahun Baru 2026 melalui link kuesioner adalah informasi palsu

Ringkasan Situasi

Telusuran Cek Fakta Liputan6.com mengungkap klaim mengenai "PLN Hadiah Tahun Baru 2026" yang tersebar melalui WhatsApp. Informasi ini mengarahkan masyarakat ke sebuah link yang meminta pengisian kuesioner demi mendapatkan hadiah senilai Rp 1.500.000. Klaim ini tidak benar dan telah diklarifikasi oleh pihak PLN.

Detail Klaim dan Modus Operasi

Pesan yang beredar memuat teks seperti “PLN-Hadiah Tahun Baru 2025 – Klik tautan untuk mengklaim Hadiah Tahun Baru 2026 Anda,” yang kemudian disertai link ke situs eksternal. Pengguna yang mengakses situs tersebut akan menemukan pernyataan bahwa melalui pengisian kuesioner, mereka bisa memperoleh hadiah sebesar Rp 1.500.000.

Tanggapan Resmi dari PLN

Melalui akun resmi di media sosial, PLN menyatakan bahwa pemberitahuan hadiah Tahun Baru 2026 melalui modus kuesioner adalah palsu. PLN meminta masyarakat agar selalu memastikan bahwa informasi yang diterima berasal dari saluran resmi seperti situs pln.co.id, aplikasi PLN Mobile, atau Contact Center PLN 123.

Kesimpulan Verifikasi

Hasil verifikasi Cek Fakta Liputan6.com menyatakan bahwa klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026 adalah hoaks. Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati terhadap informasi yang mencatut nama PLN dan menawarkan hadiah secara online melalui metode yang mencurigakan seperti kuesioner.

Petunjuk untuk Masyarakat

Untuk menghindari penipuan digital, berikut beberapa langkah pencegahan:

  • Periksa keaslian sumber informasi — pastikan berasal dari situs atau kanal resmi PLN.
  • Jangan klik link mencurigakan atau membagikan data pribadi secara sembarangan.
  • Bandingkan detail penawaran atau pengumuman dengan informasi resmi yang dipublikasikan oleh perusahaan.
  • Laporkan bila menemui unggahan hoaks agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.