Bisnis

Bamsoet Dorong Direct Selling Jadi Penopang Ekonomi Nasional di APLI Awards 2025

Dalam APLI Awards 2025, Bambang Soesatyo menekankan potensi industri penjualan langsung sebagai pilar ekonomi inklusif Indonesia.

Dalam APLI Awards 2025, Bambang Soesatyo menekankan potensi industri penjualan langsung sebagai pilar ekonomi inklusif Indonesia.

Latar Belakang dan Konteks

Jakarta, 13 Desember 2025 – Dalam acara APLI Awards 2025, Bambang Soesatyo Bamsoet, yang menjabat sebagai Anggota DPR sekaligus Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia APLI, mengungkapkan bahwa industri direct selling atau penjualan langsung memiliki potensi nyata menjadi salah satu penopang ekonomi nasional. Hal ini disampaikan mengingat tantangan perlambatan ekonomi global yang berdampak pada berbagai sektor formal.

Keunggulan Direct Selling sebagai Alternatif Ekonomi

Menurut Bamsoet, model bisnis direct selling menawarkan fleksibilitas waktu dan kebutuhan modal yang relatif rendah, sehingga mampu bertahan dan tetap produktif ketika sektor formal menghadapi tekanan. Kemampuannya menjangkau konsumen secara langsung juga menjadi daya tarik utama. Dengan demikian, sektor ini dapat menyediakan peluang kerja alternatif bagi masyarakat yang tidak terikat kepada jam kerja konvensional.

Data dan Skala Industri

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, industri penjualan langsung di Indonesia melibatkan sekitar 5,3 juta mitra usaha dan mampu menyumbang lebih dari Rp 16 triliun ke penerimaan negara.

Sementara di tingkat global, data dari World Federation of Direct Selling Associations WFDSA menunjukkan bahwa pada tahun 2024 nilai penjualan langsung dunia mencapai sekitar 164 miliar dolar AS dengan lebih dari 104 juta distributor independen. Uniknya, lebih dari 72 persen pelaku industri ini adalah perempuan, menandakan peran strategi ekonomi yang turut memberdayakan serta memajukan sektor keluarga.

Stakeholder yang Hadir

Selain Bamsoet, acara APLI Awards 2025 dihadiri sejumlah pejabat penting antara lain Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Soffan Shofwan, Direktur Bina Usaha Perdagangan Septo Soepriyatno, Ketua Umum APLI Andam Dewi, dan Sekretaris Jenderal APLI Ina Rachman. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah dan asosiasi dalam membangun industri direct selling di Tanah Air.

Rekomendasi untuk Pengembangan yang Berkelanjutan

Bamsoet menekankan bahwa pengelolaan bisnis direct selling harus berlangsung secara sehat dan bertanggung jawab. Ukuran keberhasilan bukan hanya dari jumlah mitra, tetapi juga dari kuatnya penjualan produk yang nyata dan kepuasan konsumen.

Selain itu, tiga elemen penting telah diidentifikasi sebagai penentu masa depan industri ini: inovasi dalam adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital; kepercayaan publik sebagai fondasi keterlibatan dan dukungan masyarakat; serta pertumbuhan berkelanjutan yang menjamin manfaat ekonomi dapat dinikmati secara merata oleh seluruh stakeholders.

Kesimpulan

Dengan pengelolaan yang baik, Bamsoet meyakini bahwa direct selling bukan hanya alternatif, melainkan juga pilar ekonomi inklusif Indonesia. Model ini dianggap sebagai instrumen yang dapat memperluas akses kerja dan penghasilan masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global.