Intel Pastikan Pasokan RAM untuk Laptop Aman hingga Akhir 2026
Intel menyebut stok komponen laptop telah diamankan jauh sebelum lonjakan permintaan DRAM akibat ekspansi AI data center
Intel Yakin Laptop Aman dari Krisis RAM Minimal Sampai 2026
Jakarta – Intel menyebut pasar laptop relatif terlindungi dari krisis DRAM, setidaknya sampai akhir tahun 2026. Klaim ini muncul di tengah meningkatnya permintaan besar-besaran terhadap chip memori yang dipicu ekspansi data center berbasis kecerdasan buatan AI.
Dalam wawancara yang dikutip dari Techspot pada Sabtu 17 Januari 2026, Intel menyampaikan bahwa produsen laptop telah mengamankan pasokan komponen penting jauh sebelum lonjakan permintaan terhadap memori terjadi. Kondisi ini dinilai mampu menjaga stabilitas harga dan spesifikasi laptop selama satu tahun ke depan, meski sejumlah analis memperingatkan potensi kenaikan harga tinggi dan pemangkasan spesifikasi akibat terganggunya rantai pasokan DRAM.
Antisipasi Stok: Persiapan OEM dan Durasi Perlindungan
Nish Neelalojanan, Senior Director Product Management Intel, menyebut bahwa OEM Original Equipment Manufacturer memiliki cadangan stok komponent selama sembilan sampai dua belas bulan ke depan. Cadangan ini dianggap cukup untuk meredam dampak yang muncul dari meningkatnya kebutuhan DRAM untuk pusat data AI.
Strategi Teknologi untuk Mengurangi Ketergantungan RAM
Sebagai langkah mengurangi ketergantungan terhadap RAM eksternal, Intel tengah mengembangkan prosesor Core Ultra Series 3 yang akan dilengkapi cache L3 bersama shared L3 cache berkapasitas besar, hingga sekitar 18MB. Cache ini bisa diakses oleh både core performa tinggi maupun efisiensi, yang diklaim dapat meningkatkan kinerja dan mengurangi kebutuhan akses memori eksternal.
Peran Microsoft dan Tanggapan Industri PC
Selain Intel, Microsoft juga dikabarkan tengah mengembangkan alat yang bertujuan membantu para pengembang dalam memahami penggunaan RAM aplikasi secara lebih akurat. Inisiatif ini menjadi respons terhadap kritik mengenai efisiensi dan stabilitas sistem operasi Windows.
Arah Pasar: AI atau Kebutuhan Konsumen?
Meskipun euforia AI meluas, Intel dan beberapa pihak dalam industri PC menyebut bahwa pada 2026, fokus bisa bergeser dari sekadar mengandalkan fitur AI khusus menuju performa, daya tahan baterai, dan harga yang kompetitif. Dalam tanggapannya, Dell mengakui bahwa meskipun mereka meluncurkan model AI, varian yang lebih terjangkau akan menyusul sebagai prioritas.
Kesimpulan: Optimisme di Tengah Tantangan
Dengan persiapan stok komponen yang matang dan inovasi teknologi untuk mengurangi ketergantungan terhadap memori eksternal, Intel optimistis bahwa pasar laptop tidak akan terlalu terdampak krisis DRAM global dalam jangka waktu setidaknya satu tahun mendatang. Namun, tekanan masih tetap ada, khususnya dari dinamika permintaan AI yang terus berkembang di industri semikonduktor.