Olahraga

Jejak Michael Carrick di Manchester United: Rekor Tak Terkalahkan Melawan Tiga Pelatih Top

Sebagai pelatih interim di musim 2021–2022, Michael Carrick menjaga catatan impresif tanpa kekalahan melawan Unai Emery, Thomas Tuchel, dan Mikel Arteta.

Sebagai pelatih interim di musim 2021–2022, Michael Carrick menjaga catatan impresif tanpa kekalahan melawan Unai Emery, Thomas Tuchel, dan Mikel Arteta.

Michael Carrick sebagai Pelatih Interim

Setelah penunjukan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer Manchester United diakhiri pada November 2021, Michael Carrick—mantan gelandang tengah klub—diangkat sebagai pelatih sementara interim. Ia melanjutkan kiprah kepelatihan di Old Trafford setelah menutup karier profesionalnya sebagai pemain pada musim 2017–2018.

Performa vs Pelatih Top

Dalam masa jabatan singkatnya sebagai pelatih interim, Carrick berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan melawan tiga pelatih top Liga Inggris dan Eropa, yaitu Unai Emery, Thomas Tuchel, serta Mikel Arteta. Sebagai contoh, dalam pertandingan melawan Arsenal yang diasuh Arteta pada 2 Desember 2021 di Old Trafford, United tampil solid dan menghindari kekalahan.

Karakteristik Kepelatihan Carrick

Carrick dikenal menunjukkan tingkat adaptasi taktik yang tinggi. Ia tidak terpaut pada satu formasi pun dan dianggap berani dalam beberapa keputusan tim utama, termasuk menyesuaikan posisi Fred lebih maju di lini tengah dan memilih untuk menepikan pemain bintang pada momen krusial. Keberhasilan ini dianggap signifikan karena datang saat tim berada dalam masa transisi dan tekanan tinggi.

Signifikansi dan Perubahan Peran

Rekor tak terkalahkan ini menunjukkan bahwa Carrick bukan hanya sekadar figur pelapis, melainkan sosok yang memiliki kapasitas untuk merespons tantangan dengan baik. Selain sebagai pelatih interim, ia sebelumnya menempati posisi asisten pelatih di MU di bawah José Mourinho dan penerusnya, Solskjaer, yang mematangkan pengalaman manajerialnya.

Dampak Kepelatihan Sementara

Meskipun masa kepemimpinannya sebagai pelatih interim hanya berlangsung beberapa pekan, prestasi Carrick menarik perhatian banyak pihak. Rekor tak terkalahkan memperlihatkan bahwa ia sanggup mengendalikan momen sulit dan memanfaatkan sumber daya yang terbatas secara efektif. Hal ini merujuk pada status Old Trafford di mana ekspektasi sangat tinggi dan momentum penting setelah kepergian Solskjaer.