Kondisi Ijazah Jokowi yang Bikin Elida Netti Merinding: Dokumen Asli Tua dan Robek-Robek
Elida Netti membeberkan kondisi fisik ijazah Jokowi yang diperlihatkan dalam gelar perkara khusus di Mapolda Metro Jaya menunjukkan dokumen asli yang termakan usia dan robek di bagian bawah.
Latar Belakang Kasus
Kasus dugaan pemalsuan ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, telah menjadi pembahasan publik sejak laporan dibuat ke Polda Metro Jaya pada 30 April 2025. Pelapor antara lain adalah Roy Suryo, Rismon “Rismon Hasiholan” Sianipar, Eggi Sudjana, Dokter Tifauzia Tyassuma “Dokter Tifa”, dan Kurnia Tri Royani, dengan dasar tuduhan melanggar pasal-pasal tentang pencemaran nama baik, berita bohong, dan pelanggaran ITE.
Gelar Perkara dan Pembuktian Barang Bukti
Dalam proses gelar perkara khusus yang digelar di Mapolda Metro Jaya pada hari Senin, 15 Desember 2025, penyidik membuka segel map barang bukti bertanggal 23 Juni yang berisi ijazah SMA dan S1 Joko Widodo dari Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada UGM Yogyakarta. Proses ini dilakukan di hadapan saksi termasuk pelapor dan terlapor.
Kesaksian Elida Netti Mengenai Kondisi Fisik Ijazah
Elida Netti selaku kuasa hukum Eggi Sudjana menyatakan bahwa prosesi pembukaan barang bukti terjadi dalam suasana tegang—ada perbedaan pendapat hingga emosional ketika ijazah itu dibuka. Ia menyebut bahwa pihaknya sempat ditegur karena dianggap menghakimi.
Ketika map tersebut digunting dan dibuka, Elida menggambarkan detik-detik emosional saat melihat fisik ijazah: ia merinding dan terharu, karena dokumen yang selama ini dipertanyakan kini ada nyata di hadapannya.
Fitur Autentik dan Keaslian Dokumen
Walau sedari awal peserta dilarang menyentuh, Elida nekat menggeser ujung jarinya ke permukaan ijazah untuk memastikan keasliannya. Ia menemukan adanya emboss atau tulisan timbul, watermark, serta bekas stempel—fitur yang menurutnya sulit dipalsukan dalam dokumen otentik.
Kondisi Fisik: Usang dan Rusak
Menurut Elida, dokumen tersebut menunjukkan bukti usia: bagian bawah ijazah sudah robek-robek, serta kertas yang tampak tua—indikasi bahwa dokumen itu sudah bertahan puluhan tahun. Hal tersebut menguatkan pernyataannya bahwa dokumen tersebut adalah asli, bukan hanya fotokopi.
Reaksi dan Langkah Selanjutnya
Elida menyebut bahwa gelar perkara ini baginya sudah memberikan kepuasan pribadi dan publik karena dokumen yang semula hanya diperdebatkan kini diperlihatkan secara nyata. Ia juga mendorong agar publik mengalihkan perhatian ke isu-isu kebangsaan yang lebih mendesak seperti bencana alam dan transisi pemerintahan.
Meski demikian, keraguan masih disuarakan oleh beberapa pihak—termasuk Roy Suryo—yang tetap mempertanyakan berdasarkan keilmuannya.
Kesimpulan
Dari bukti-bukti fisik yang disaksikan langsung dan kesaksian kuasa hukum Eggi Sudjana, kondisi ijazah Jokowi tampak menunjukkan keaslian dokumen yang telah lama, terlihat dari keadaan kertas tua, robek-robek, serta fitur keamanan seperti emboss dan watermark. Namun, perdebatan dan keraguan masih berlanjut di kalangan pihak terkait, menunggu hasil final dari penyelidikan dan bukti ilmiah yang lebih komprehensif.