Teknologi

BlueBird 6: Satelit LEO yang Menghubungkan HP Tanpa Perangkat Tambahan

AST SpaceMobile luncurkan satelit BlueBird 6 yang dirancang menghubungkan ponsel biasa langsung ke orbit rendah bumi tanpa antena atau modem tambahan.

AST SpaceMobile luncurkan satelit BlueBird 6 yang dirancang menghubungkan ponsel biasa langsung ke orbit rendah bumi tanpa antena atau modem tambahan.

Peluncuran BlueBird 6 oleh ISRO

Pada Jumat, 26 Desember 2025, Indian Space Research Organisation ISRO berhasil meluncurkan satelit BlueBird 6 menggunakan roket LVM3 dari Satish Dhawan Space Centre di Sriharikota pada pukul 08.55 waktu India. Beberapa menit kemudian—sekitar 15 menit setelah peluncuran—BlueBird 6 berhasil ditempatkan pada orbit rendah bumi low Earth orbit. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam proyek AST SpaceMobile.

Konektivitas Langsung ke Smartphone

BlueBird 6 bukan sekadar satelit komunikasi konvensional. Dikembangkan oleh perusahaan AS, AST SpaceMobile, satelit ini dirancang untuk menyediakan konektivitas broadband secara langsung ke ponsel standar, tanpa memerlukan perangkat tambahan seperti antena eksternal atau modem khusus. Hal ini membedakannya dari layanan seperti Starlink, yang hingga kini memerlukan perangkat tambahan agar dapat menghubungkan perangkat pengguna.

Kapasitas dan Cakupan yang Ditingkatkan

Dibanding pendahulunya, BlueBird 6 dilengkapi panel antena komunikasi yang lebih besar. Kombinasi antara ukuran antena yang ditingkatkan dan posisi orbit yang lebih rendah memungkinkan satelit ini menampung lalu lintas data lebih tinggi dan menjangkau area yang lebih luas. Dengan demikian, BlueBird 6 diproyeksikan mampu mendukung akses internet di wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan seluler tradisional.

Rekor Payload ISRO dan Proyek Global dari AST SpaceMobile

Peluncuran BlueBird 6 juga mencatatkan prestasi tersendiri bagi ISRO. Satelit ini membawa payload seberat sekitar 6.100 kilogram—berdasarkan laporan, ini adalah beban terberat yang pernah diangkut oleh roket LVM3 ke orbit. Keberhasilan misi ini menunjukkan kemampuan ISRO tidak hanya dalam misi ilmiah tetapi juga dalam komersialisasi teknologi ruang angkasa.

Dampak Potensial bagi Kesenjangan Digital

Jika perkembangan BlueBird 6 berjalan sesuai rencana AST SpaceMobile, teknologi ini memiliki potensi signifikan untuk mengurangi kesenjangan digital. Di kawasan terpencil yang cakupan jaringan selulernya minim atau tidak ada, pengguna dapat mengakses internet hanya melalui smartphone mereka tanpa bergantung pada infrastruktur fisik seperti menara seluler.

Perbandingan dengan Starlink

Starlink, layanan satelit miliaran milik SpaceX yang juga fokus pada konektivitas broadband, sampai saat ini masih mengharuskan pengguna menggunakan perangkat tambahan eksternal agar dapat terhubung. BlueBird 6 diprediksi menjadi lebih fleksibel karena pengguna ponsel standar dapat langsung terhubung ke jaringan satelitnya tanpa menambahkan perangkat keras. Ini tarikannya dalam konteks akses internet universal.

Kesimpulan

BlueBird 6 menandai langkah maju dalam teknologi satelit komunikasi. Peluncurannya tak hanya memperlihatkan ambisi AST SpaceMobile, tetapi juga kemampuan ISRO dalam menangani misi berkapasitas besar. Dengan adanya koneksi langsung ke ponsel standar, akses internet di seluruh dunia—termasuk daerah terpencil—bisa jadi lebih merata dan tanpa hambatan infrastruktur tambahan.