Libur Isra Miraj, Ragunan Siapkan Alternatif Parkir Hadapi Lonjakan Pengunjung
Taman Margasatwa Ragunan menyiapkan solusi alternatif parkir serta atraksi edukatif selama libur Isra Miraj 2026 untuk menjaga kenyamanan pengunjung.
Antisipasi Lonjakan Pengunjung saat Isra Miraj
Dalam rangka menyambut libur Isra Miraj pada Jumat, 16 Januari 2026, Taman Margasatwa Ragunan TMR, Jakarta Selatan, telah melakukan berbagai langkah strategis guna menjamin kenyamanan dan keamanan pengunjung. Kepala Humas Ragunan, Wahyudi Bambang, melaporkan bahwa pengunjung yang masuk mencapai 12.194 orang.
Status Kapasitas Parkir dan Tindakan Penyediaan Alternatif
Dari total kunjungan tersebut, tercatat kendaraan roda dua sebanyak 1.393 unit, kendaraan roda empat 1.087 unit, bus 11 unit, serta sepeda 141 unit. Wahyudi Bambang menyatakan bahwa kapasitas parkir saat ini masih mencukupi. Namun, TMR tetap menyiapkan lokasi parkir alternatif sebagai langkah antisipasi jika terjadi kepadatan di area utama.
Penyediaan Atraksi Edukatif dan Pengingat pada Pengunjung
Selain pengaturan fasilitas parkir, Ragunan juga menghadirkan beberapa atraksi edukatif seperti feeding time pemberian pakan satwa dan keeper talk, yang memungkinkan interaksi antara pengunjung dengan satwa dan penjaga satwa. Fasilitas lain yang dapat dinikmati keluarga adalah Pusat Primata Schmutzer PPS dan Taman Satwa Anak TSA.
Imbauan dan Prediksi Kunjungan Lanjutan
Pengelola mengimbau pengunjung untuk membawa payung atau jas hujan, mengingat kondisi cuaca di Jakarta masih tidak menentu. Selain itu, orang tua diharapkan tetap mengawasi anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas agar tidak terpisah atau berada di area berbahaya, seperti kandang satwa. Mengenai jumlah pengunjung, pihak TMR memproyeksikannya akan terus meningkat hingga akhir pekan dan diperkirakan dapat mencapai hingga 40.000 orang.
Catatan Perbandingan Tahun Lalu
Meski 2026 menunjukkan penurunan dari sisi jumlah pengunjung dibanding tahun 2024 yang mencatat 13.512 pengunjung saat Isra Miraj, persiapan antisipasi dan pengaturan fasilitas tetap dilakukan agar tidak muncul masalah saat lonjakan kendaraan dan kepadatan manusia.