Liverpool Kuasai Anfield, Tren Akhir Tahun dan Catatan Individu Menjelang Laga Wolves
Liverpool unggul secara statistik dan tren jelang duel melawan Wolves di Anfield
Ringkasan Laga
Liverpool akan menjamu Wolverhampton Wanderers Wolves pada pekan ke-18 Liga Inggris 2025/2026 di Stadion Anfield. Pertandingan dijadwalkan kick-off pada Sabtu, 27 Desember 2025 pukul 22.00 WIB. The Reds datang dengan catatan yang jauh lebih baik dibandingkan Wolves yang tengah mengalami periode negatif jelang laga ini.
Dominasi Liverpool vs Kutukan Anfield untuk Wolves
Dalam 17 pertemuan terakhir Liga Inggris, Liverpool berhasil meraih kemenangan dalam 16 laga melawan Wolves. Satu-satunya kekalahan yang dialami Wolves terjadi di kandang sendiri—Molineux—pada Februari 2023 dengan skor 0–3.
Kedatangan Wolves ke Anfield membuat catatan mereka menjadi lebih suram: dalam delapan kunjungan liga terakhir ke markas Liverpool, Wolves selalu kalah sejak terakhir menang 1–0 di bulan Desember 2010. Statistik ini menunjukkan bahwa pada era Liga Inggris, hanya markas Manchester City dan Liverpool sendiri yang menjadi lawan dengan rekor tandang yang lebih buruk bagi tim lawan.
Rentang Natal–Tahun Baru: Zona Kuat Liverpool
Musim saat pergantian tahun menjadi masa emas bagi Liverpool. Dalam jangka waktu Natal hingga Tahun Baru, Liverpool menang 17 dari 20 laga liga terakhir, termasuk lima kemenangan beruntun terkini.
Statistik menjelang pertandingan ini juga memperlihatkan bahwa Liverpool hanya sekali kalah di Anfield selama 32 laga liga akhir tahun, yaitu kalah dari Wolves pada Desember 2010, memperkuat reputasi Anfield sebagai kubu yang hampir tak tersentuh pada periode tersebut.
Wolves Dalam Tekanan Berat
Wolves menghadapi awal musim yang sangat buruk. Dari 17 laga liga musim ini, mereka hanya mengumpulkan dua poin. Rekor ini bisa jadi masuk dalam sejarah karena menjadi salah satu awal musim terburuk di Liga Inggris.
Selama tahun kalender 2025, Wolves telah kalah 24 kali di liga. Hanya empat klub sebelumnya yang mengalami lebih banyak kekalahan dalam satu tahun kalender.
Terlebih lagi, Wolves kini dalam rentetan tanpa kemenangan yang mencapai 21 laga liga berturut-turut. Hanya tiga tim dalam sejarah kompetisi ini yang pernah lebih lama tidak mencicipi rasa kemenangan.
Pelatih Rob Edwards kini berada di bawah tekanan besar, karena belum meraih kemenangan dalam enam laga liga sebagai pelatih Wolves sejauh musim ini.
Sorotan Pemain
Di kubu Liverpool, letupan dari Hugo Ekitike menunjukkan bentuk apik. Penyerang ini mencetak gol dalam tiga laga liga terakhir, dengan total lima gol, dan berpeluang menjadi pemain The Reds pertama selain Mohamed Salah yang sukses mencetak gol di empat laga liga beruntun sejak 2019.
Sebaliknya, catatan individu Jorgen Strand Larsen bersama Wolves menunjukkan tekanan yang tak ringan. Ia belum mencetak gol dalam delapan penampilan liga beruntun, menjadi periode terburuk dalam kariernya di kompetisi ini.
Analisis Potensi dan Penentu Kemenangan
Berdasarkan semua data historis dan performa terkini, Liverpool secara matematis dan psikologis berada di posisi unggul menjelang pertandingan ini. Keunggulan di Anfield dan momentum akhir tahun mendukung tim tuan rumah.
Namun demikian, efektivitas dalam kotak penalti serta kemampuan meredam tekanan dari jadwal padat akan menjadi faktor penentu dalam memecah tren—khususnya bagi Wolves yang harus menghadapi tekanan berat. Kedua elemen ini bisa mengubah skenario meski secara statistik mereka berada di bawah tekanan signifikan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Liverpool memasuki laga melawan Wolves di Anfield sebagai favorit kuat. Kombinasi sejarah pertemuan, tren kemenangan periode Natal–Tahun Baru, dan momentum positif membuat mereka sangat diunggulkan. Sementara itu, Wolves harus mengatasi beban buruk mereka dan menawarkan performa yang jauh melebihi ekspektasi untuk dapat meraup poin di stadion yang menjadi neraka bagi lawan-lawannya sendiri.