Hiburan

Didukh: Simbol Tradisional Natal Ukraina yang Menyimpan Makna Mendalam

Seikat jerami yang melambangkan leluhur, kemakmuran, dan kesinambungan generasi, menjadi pusat perayaan Natal di Ukraina.

Seikat jerami yang melambangkan leluhur, kemakmuran, dan kesinambungan generasi, menjadi pusat perayaan Natal di Ukraina.

Makna dan Fungsi Didukh dalam Tradisi Natal Ukraina

Didukh adalah hiasan Natal tradisional Ukraina yang terbuat dari seikat jerami atau gandum, melambangkan roh leluhur, kemakmuran, serta kesinambungan antar generasi. Hiasan ini memiliki peran sentral dalam hubungan masyarakat Ukraina dengan akar budayanya dan keyakinan leluhur.

Peran Didukh dalam Perayaan Natal

Dalam prosesi Malam Natal di kota Lviv pada 24 Desember 2025, warga Ukraina mengenakan pakaian tradisional dan bernyanyi bersama sambil membawa Didukh sebagai bagian dari perayaan. Pola ini menunjukkan bahwa tradisi ini masih hidup dan dihargai dalam momen-momen sakral, meskipun menghadapi ancaman eksternal seperti invasi Rusia.

Kedudukan Didukh dalam Ruangan Ibadah

Didukh biasanya diletakkan di sudut ruangan, tepat di bawah ikon suci—tempat suci dalam rumah-rumah religius Ukraina—sebagai pengganti pohon Natal. Lokasi penempatan semacam ini menegaskan bahwa Didukh bukan sekadar dekorasi, tetapi simbol spiritual dan pusat perhatian dalam perayaan.

Mari Hiduplkan Tradisi di Tengah Perubahan

Meskipun tantangan seperti konflik militer terus melanda Ukraina, tradisi Didukh tetap lestari dan dilestarikan melalui partisipasi aktif warga. Keberlanjutan ini menunjukkan bahwa budaya dan tradisi agama dapat menjadi sumber kekuatan serta identitas di masa krisis.

Perubahan Tanggal Perayaan Natal

Sejak tahun 2023, Ukraina resmi memindahkan perayaan Natal ke tanggal 25 Desember. Langkah ini diambil untuk mengurangi pengaruh budaya dan agama dari Rusia, yang selama ini merayakan Natal pada tanggal 7 Januari berdasarkan kalender Julian. Perubahan ini juga mencerminkan langkah untuk menegaskan kemandirian budaya dan religius Ukraina.