Antisipasi Dekatnya Tabrakan Satelit China, Orbit Starlink Diturunkan
SpaceX menurunkan orbit satelit Starlink guna mengurangi risiko tabrakan dan mempercepat proses keluar dari orbit
Latar Belakang Insiden Nyaris Tabrakan
Baru-baru ini, sebuah satelit Starlink milik SpaceX hampir bertabrakan dengan satelit yang diluncurkan dari Tiongkok. Meski tidak sampai terjadi tabrakan, insiden ini menjadi peringatan serius akan potensi bahaya di orbit satelit rendah Bumi.
Perubahan Orbit Starlink
Untuk mengurangi kemungkinan kejadian serupa, SpaceX mengumumkan bahwa seluruh satelit Starlink yang awalnya berada di orbit sekitar 550 kilometer akan diturunkan ke orbit yang lebih rendah, yakni sekitar 480 kilometer. Langkah ini bertujuan menempatkannya pada wilayah orbit yang lebih jarang terjadi lalu lintas satelit, sekaligus mempercepat proses keluarnya satelit dari orbit ketika dibutuhkan.
Alasan Ilmiah: Fenomena “Solar Minimum”
Perubahan orbit ini juga didorong oleh fenomena "solar minimum", yaitu masa aktivitas Matahari yang sangat rendah dalam siklus 11 tahunan. Nicolls, Wakil Presiden Teknik di Starlink, menyatakan bahwa saat solar minimum terjadi, atmosfir atas Bumi menjadi lebih tipis, sehingga waktu peluruhan satelit—yaitu proses satelit keluar dari orbit alami—menjadi lebih lama. Dengan orbit lebih rendah, peluruhan ini bisa dipersingkat dari biasanya lebih dari empat tahun menjadi hanya beberapa bulan.
Peningkatan Keselamatan Konstelasi Satelit
Menurut pihak Starlink, penurunan ketinggian orbit tidak hanya mengurangi kepadatan lalu lintas satelit, tetapi juga meminimalkan risiko terkait manuver dan peluncuran satelit lain yang tidak terkoordinasi. Ini dianggap sebagai upaya proaktif untuk menjamin keamanan operasional dalam ekosistem luar angkasa.
Konsekuensi dan Respons SpaceX
Pengumuman mengenai penurunan orbit disampaikan tak lama setelah dilaporkan bahwa satu satelit Starlink mengalami anomali dan jatuh ke Bumi. Insiden nyaris tabrakan dengan satelit China disebut sebagian sebagai pemicu keputusan ini.