Orang Indonesia Dominasi TikTok sebagai Platform Media Sosial dengan Pengguna Terbanyak
TikTok memimpin sebagai media sosial paling banyak digunakan di Indonesia pada akhir 2025 dengan lebih dari 180 juta pengguna aktif.
Pertumbuhan Pengguna Internet dan Sosial Media di Indonesia
Menjelang akhir tahun 2025, Indonesia mencatat peningkatan signifikan pada jumlah pengguna internet dan media sosial. Berdasarkan laporan We Are Social yang dikumpulkan dari DataReportal, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia kini mencapai sekitar 180 juta identitas, menunjukkan penetrasi melebihi 60% dari total populasi nasional.
Platform Terpopuler: TikTok Mengungguli Pesaing
Platform TikTok menempati posisi pertama sebagai media sosial dengan jangkauan pengguna tertinggi per akhir 2025. Laporan menyebutkan bahwa TikTok menjangkau hampir 180 juta pengguna dewasa usia di atas 18 tahun dengan penetrasi mendekati 90% terhadap populasi dewasa di Indonesia.
Pesaing di Urutan Berikutnya
YouTube berada di posisi kedua dengan sekitar 151 juta pengguna, tetap menjadi media utama untuk hiburan, pendidikan, dan informasi.
Di belakang YouTube, Facebook memiliki sekitar 121 juta pengguna di Indonesia. Kemudian Instagram mencapai 108 juta, terutama populer di kalangan generasi muda dan pelaku bisnis yang memanfaatkan visual untuk branding dan promosi.
Platform Profesional dan Layanan Tambahan
Dalam segmen jejaring profesional, LinkedIn mencatat pertumbuhan hingga 37 juta pengguna, menandakan meningkatnya kesadaran akan pentingnya koneksi karier dan profesional secara daring.
Platform layanan pesan juga tidak kalah popular: Messenger memiliki sekitar 33 juta pengguna, X dulu Twitter sekitar 23 juta, Threads sekitar 8 juta, Snapchat sekitar 4 juta, dan Reddit sekitar 1 juta pengguna aktif.
Peranan Media Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
Media sosial di Indonesia kini bukan hanya alat komunikasi, melainkan platform multifungsi. Pengguna menggunakannya untuk hiburan, edukasi, transaksi belanja, serta mengakses berita dan konten informatif.
Kecenderungan masyarakat untuk lebih memilih konten dalam format video—seperti yang ditawarkan oleh TikTok dan YouTube—semakin memperjelas arah tren digital di Indonesia. Konten video dianggap lebih ringkas, interaktif, dan mudah dikonsumsi dibandingkan jenis media lainnya.