Warga Mengenang 62 Tahun Kedatangan Cindy Adams di Ploso: Upaya Pelurusan Sejarah Bung Karno
Rekonstruksi kunjungan Cindy Adams pada 16 Januari 1964 kembali dihidupkan warga Ploso untuk memperingati jejak kelahiran Bung Karno.
Peringatan 62 Tahun Kedatangan Cindy Adams
Sejumlah pegiat sejarah dan warga Ploso, Kabupaten Jombang, mengenang kedatangan penulis buku autobiografi Soekarno asal Amerika Serikat, Cindy Adams, yang pertama kali tiba pada 16 Januari 1964. Rekonstruksi kunjungan itu digelar Sabtu, 17 Januari 2026, sebagai bagian dari peringatan 62 tahun peristiwa tersebut, di mana Adams melakukan penelitian tentang masa kecil Bung Karno atas permintaan langsung dari Presiden Soekarno. Foto dan wawancara dengan saksi kunci seperti Mbok Suwi, Mbok Mirah, serta teman kecilnya Mbah Joyo Dipo memperkuat narasi sejarah ini.
Rekonstruksi dan Peran Tokoh Lokal
Dalam rangkaian kegiatan napak tilas, suasana Ploso di era pertengahan 1960-an dihidupkan kembali melalui pertunjukan sejarah. Cindy Adams diperankan oleh Yesinta Aprilia, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang. Sementara tokoh pendamping saat kunjungan asli seperti Wedono Ploso Soetomo, Abdussukur, Hutauruk, dan Nusyirwan juga dihadirkan dalam rekonstruksi yang sarat nilai historis.
Peresmian Tetenger Situs Kelahiran
Sebagai bagian dari upaya memperjelas lokasi kelahiran Soekarno, dilaksanakan peresmian Tetenger Situs Kelahiran Ir. Soekarno. Raden Mas Kuswartono dari Keluarga Persada Soekarno Kediri menyatakan bahwa Bung Karno lahir di Ploso, yang saat itu administratifnya berada di wilayah Karesidenan Surabaya. Hal ini didukung pula oleh Masfiin, Kuncen Titik Nol Soekarno, yang menyebutkan bahwa klaim kelahiran Bung Karno di Ploso bukan sekadar kepercayaan lokal, melainkan memori kolektif yang terus dipelihara oleh warga Desa Rejoagung.
Dokumen dan Kajian Teknis
Menurut Binhad Nurrohmat, inisiator Titik Nol Soekarno, lebih dari sepuluh dokumen telah dikumpulkan sebagai bukti mendukung bahwa Bung Karno lahir di Ploso. Salah satu bukti tersebut berupa foto-foto otentik yang disajikan oleh sejarawan lokal, Moch. Faisol. Sementara Tim Ahli Cagar Budaya TACB Jombang melalui koordinator wilayah Ploso, Arif Yulianto, menyebutkan bahwa kajian teknis menunjukkan validitas klaim tempat kelahiran itu semakin kuat.
Harapan Pelestarian Sejarah dan Pendidikan Akurat
Para pegiat sejarah berharap bahwa peringatan ini tidak hanya menjadi momentum kenangan, tetapi juga sarana pelestarian sejarah dan pelurusan narasi Bung Karno. Edukasi kepada generasi muda menjadi fokus utama agar mereka memahami secara akurat jejak kelahiran dan perjalanan hidup Sang Proklamator, berdasarkan data dan bukti sejarah yang valid.