Perjalanan Jauh Saat Libur Panjang: Pentingnya Waspadai Microsleep
Microsleep bisa terjadi tanpa disadari saat mengemudi jarak jauh — kenali tanda dan cara mencegahnya agar perjalanan tetap aman.
Microsleep: Ancaman Tersembunyi Dalam Perjalanan Panjang
Pada libur panjang seperti peringatan Isra Mi’raj, masyarakat kerap memilih melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi untuk wisata, silaturahmi, atau liburan singkat. Kendati memberikan fleksibilitas, perjalanan jauh memiliki risiko yang tidak boleh dianggap remeh, yaitu microsleep — kondisi tidur sekejap yang terjadi tanpa disadari meski mata tampak terbuka.
Apa Itu Microsleep & Bagaimana Terjadinya
Microsleep merupakan fenomena di mana otak tiba-tiba beralih ke fase tidur sangat singkat, meskipun indera seperti mata masih tampak terjaga. Waktu ini bisa berlangsung hanya beberapa detik, namun sudah cukup mengganggu konsentrasi pengemudi dan kontrol terhadap kendaraan.
Risiko masalah ini meningkat saat masa arus balik libur panjang, karena pengemudi umumnya telah menempuh perjalanan jauh dan merasa lelah. Tingginya keinginan untuk segera tiba di rumah atau tempat tujuan membuat kebutuhan istirahat sering diabaikan.
Tanda-tanda Microsleep yang Perlu Diwaspadai
Beberapa gejala microsleep yang bisa muncul selama berkendara antara lain kelopak mata terasa sangat berat, sering menguap, dan berkedip secara tidak sengaja.
Gejala lainnya termasuk kemampuan memproses informasi sekitar terganggu, tidak mengingat beberapa detik perjalanan, serta kepala terasa berat. Pengemudi juga mungkin tidak responsif bila diajak bicara oleh penumpang, yang menunjukkan gangguan kewaspadaan.
Dampak dan Risiko Keselamatan
Microsleep berpotensi menyebabkan kegagalan mengendalikan kendaraan—termasuk keluar jalur tiba-tiba, bertabrakan dengan mobil lain, atau terlambat bereaksi saat terjadi perubahan kondisi lalu lintas.
Bagaimana pun singkatnya, hilangnya konsentrasi dalam beberapa detik di kecepatan tinggi sangat berbahaya, terutama di ruas tol atau jalan arteri padat.
Langkah Pencegahan Efektif
Pengemudi dianjurkan tidur cukup sebelum memulai perjalanan – idealnya 6–8 jam – untuk menjaga kondisi fisik dan mental tetap optimal.
Di jalan, sangat disarankan untuk beristirahat secara rutin setiap dua jam. Bila kantuk mulai menguasai, tidur singkat “power nap” selama 20–30 menit jauh lebih aman dibanding terus memaksakan perjalanan.
Selain itu, menjaga interaksi dengan penumpang, mendengarkan musik, serta sering melihat spion bisa membantu menjaga fokus sekaligus mengurangi kebosanan yang dapat memicu microsleep.
Kesimpulan
Perjalanan jauh saat momen libur panjang memang mengundang kegembiraan, namun juga menyimpan tantangan besar terkait keselamatan. Pemahaman terhadap fenomena microsleep, serta langkah-langkah pencegahan seperti tidur cukup, jadwal istirahat rutin, dan menjaga kesadaran saat berkendara, menjadi kunci agar perjalanan tetap aman bagi pengemudi dan pengguna jalan lainnya.