Hidangan

Premi Tunggal Terus Menjadi Andalan Dalam Portofolio Ciputra Life Hingga Oktober 2025

Asuransi jiwa kredit masih mendominasi pendapatan premi Tobel Ciputra Life, sekitar 80% hingga Oktober 2025.

Asuransi jiwa kredit masih mendominasi pendapatan premi Tobel Ciputra Life, sekitar 80% hingga Oktober 2025.

Dominasi Premi Tunggal Pada Produk Jiwa Kredit

PT Asuransi Ciputra Indonesia Ciputra Life menyampaikan bahwa premi tunggal, khususnya melalui produk asuransi jiwa kredit, masih menjadi penyumbang utama portofolio premi perusahaan. Produk ini mencakup perlindungan bagi pemegang Kredit Pemilikan Rumah KPR dan kredit kendaraan bermotor.

Kinerja Perusahaan Hingga Oktober 2025

Hingga Oktober 2025, Ciputra Life mencatat pendapatan premi total mencapai Rp 414 miliar. Dari jumlah ini, sekitar 80% berasal dari premi produk jiwa kredit yang bersifat premi tunggal. Jumlah tertanggung perusahaan hingga saat ini hampir mencapai 500 ribu jiwa, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun 2024.

Strategi Bisnis dan Produktivitas yang Ditingkatkan

Ciputra Life menyatakan akan menjaga kinerja melalui beberapa strategi inti, antara lain mengembangkan produk dengan premi terjangkau dan manfaat perlindungan yang relevan, memperluas kerja sama dengan mitra baru dan mitra lama, serta meningkatkan kualitas layanan purna jual bagi nasabah.

Tren Industri Asuransi Jiwa dan Perubahan Komposisi Premi

Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia AAJI menunjukkan bahwa pada periode Januari–September 2025 telah terjadi perubahan komposisi premi di industri. Premi reguler mulai mendominasi struktur pendapatan industri dibandingkan premi tunggal. Premi tunggal industri tercatat senilai Rp 50,18 triliun, mengalami penurunan sebesar 9,9% secara tahunan YoY. Sebaliknya, premi reguler tumbuh 5% YoY menjadi Rp 83,04 triliun.

Kontraksi Ringan dalam Pendapatan Premi Industri

Secara keseluruhan, pendapatan premi industri asuransi jiwa pada kuartal III tahun 2025 mencapai Rp 133,22 triliun. Angka ini menunjukkan kontraksi tipis sebesar 1,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Faktor penurunan premi tunggal disebut-sebut ikut mempengaruhi dinamika pelambatan kinerja premi secara keseluruhan.