Analisis: Apakah Rekrutmen N’Golo Kanté Solusi Tepat untuk Manchester City?
Kenapa Dean Saunders menyarankan Manchester City mendatangkan N’Golo Kanté sebagai opsi gelandang bertahan jangka pendek.
Konteks Kebutuhan Manchester City
Pada 28 Desember 2025, detikSport melaporkan bahwa Manchester City hanya memiliki satu gelandang bertahan alami dalam skuad utama mereka. Rodri, yang baru saja pulih dari cedera ACL, kembali harus menepi karena cedera otot paha, meninggalkan Kota tanpa opsi utama di tengah lapangan. Mateo Kovacic dianggap sebagai alternatif, namun kondisi fisiknya tengah bermasalah, sementara Nico Gonzalez menjadi satu-satunya nama yang tersedia untuk mengisi posisi tersebut.
Rekomendasi Dean Saunders: Mengapa Kante?
Dean Saunders, mantan pemain Premier League, menyarankan Manchester City untuk mempertimbangkan merekrut N’Golo Kanté sebagai solusi jangka pendek. Meskipun Kanté telah memasuki usia 34 tahun, Saunders berpendapat bahwa kecepatan dan kualitas permainannya belum pudar dan tetap relevan di level tertinggi. Ia menilai bahwa kehadiran Kanté dapat menjadi mitigasi terhadap cedera yang tengah menimpa pemain utama lini tengah City.
Situasi Kontrak dan Status Kanté
Kante saat ini bermain untuk klub Arab Saudi, Al Ittihad, dan dikabarkan bahwa kontraknya akan habis pada akhir musim 2025/26. Ada indikasi bahwa klubnya bersiap melakukan perubahan skuad dan mungkin mempertimbangkan pelepasan pemain yang sudah tidak menjadi bagian dari rencana jangka panjang.
Prestasi dan Pengalaman yang Menarik
Karier Kanté mencakup sejumlah gelar bergengsi. Ia pernah menjadi bagian dari Leicester City yang menjuarai Premier League dan kemudian meraih gelar yang sama bersama Chelsea. Tidak hanya itu, ia juga memenangkan Liga Champions bersama The Blues, menunjukkan kapasitasnya bermain di laga-laga tingkat tinggi.
Keputusan Strategis: Risiko dan Peluang
Jika melihat kondisi skuad yang kekurangan kedalaman di lini gelandang bertahan, merekrut Kanté bisa menjadi langkah yang pragmatis. Namun demikian, faktor usia dan peluang cedera yang lebih besar pada atleta yang sudah memasuki fase akhir karier harus menjadi perhitungan penting. Ini bukan solusi jangka panjang, melainkan potensi suntikan pengalaman dan stabilitas untuk menjaga performa Manchester City tetap kompetitif hingga pemulihan pemain utama mereka selesai.