Sinopsis "Tolong Saya (Dowajuseyo)" Diproduksi Kolaborasi Indonesia-Korea dan Tayang 29 Januari 2026
Film horor "Tolong Saya (Dowajuseyo)" dibintangi Saskia Chadwick, dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 29 Januari 2026.
Tanggal Rilis dan Kolaborasi Internasional
"Tolong Saya Dowajuseyo" dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 29 Januari 2026. Film ini merupakan kolaborasi produksi antara sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi oleh Saskia Chadwick, Kim Seoyoung, Kim Geba, hingga Cinta Brian.
Garis Besar Plot
Cerita berpusat pada Tania, seorang mahasiswa pertukaran pelajar asal Indonesia yang tinggal di Korea Selatan. Di sana, ia bertemu dengan Min Yong, korban pelecehan seksual yang telah meninggal — arwahnya muncul untuk menuntut keadilan. Kehadiran arwah Min Yong justru membawa Tania ke dalam pengalaman teror yang intens dan mengancam kewarasannya sendiri.
Dalam upayanya menguak misteri kematian Min Yong, Tania dibantu oleh Dr. Park Min Jae dan Sherly. Namun rahasia di balik kematian tersebut jauh dari mudah diungkap. Simultan, muncul Dion, seorang pria dengan masa lalu gelap yang semakin memperkeruh situasi. Tania terpaksa memilih antara mendalami kebenaran yang menghantui atau pasrah menghadapi ketakutan tanpa akhir.
Peran dan Penokohan
Saskia Chadwick memerankan karakter utama, Tania, yang mengalami konflik psikologis dan supernatural. Kim Seoyoung berperan sebagai arwah Min Yong, sedangkan Kim Geba menampilkan peran sebagai Dr. Park Min Jae. Cinta Brian ikut berperan sebagai Dion, sosok misterius dengan latar belakang kelam. Artemis Khadijah memerankan Sherly, yang membantu Tania dalam penyelidikan atas kematian Min Yong.
Latar Belakang Produksi dan Inspirasi Cerita
Film ini dibuat oleh Heart Pictures dan disutradarai oleh Nur Muhammad Taufik serta Sjahfasyat Bianca. Sebagai proyek kolaboratif antara Indonesia dan Korea Selatan, film ini bertujuan menghadirkan elemen horor yang kuat sekaligus mengangkat isu sosial berat seperti pelecehan seksual.
Produser eksekutif, Herty Purba, menyampaikan bahwa ide cerita diangkat dari pengalaman nyata seseorang yang pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Korea Selatan. Orang tersebut melaporkan pernah menyaksikan sosok seperti hantu yang menatap dan meminta pertolongan. Cerita tersebut dianggap sangat relevan untuk digarap menjadi film horor dengan pesan kuat bagi penonton.
Gerakan Profesionalisme Saskia Chadwick
Melalui pernyataan tertulis yang diterima media pada 16 Januari 2026, Saskia Chadwick menyampaikan keinginannya membangun rekam jejak profesional yang kuat di industri perfilman Indonesia. Perannya dalam film "Tolong Saya Dowajuseyo" bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan karakter sentral.
Publik dan kritikus kemudian menyematkan label "the next ratu horor Indonesia" pada Chadwick, mengingat konsistensi dan intensitas yang diperlihatkannya dalam membawakan karakter di film bergenre serupa.