Teknologi

Tesla Luncurkan Skema Kredit Hingga 7 Tahun di China untuk Dorong Penjualan

Tesla hadirkan pembiayaan jangka panjang dengan suku bunga rendah di China buat seluruh model produksi lokal

Tesla hadirkan pembiayaan jangka panjang dengan suku bunga rendah di China buat seluruh model produksi lokal

Tesla Perluas Skema Kredit untuk Mendongkrak Daya Tarik Konsumen

Tesla mulai menawarkan program pembiayaan jangka panjang untuk seluruh varian mobil yang diproduksi secara lokal di China. Langkah ini diambil menyusul pemberlakuan pajak pembelian baru yang dinilai mempengaruhi harga akhir dan minat beli. Program yang diumumkan pada Januari 2026 ini memungkinkan tenor kredit hingga 7 tahun dengan bunga yang sangat rendah, sebagai upaya mempertahankan daya saing di pasar kendaraan listrik Tanah Tirai Bambu.

Rincian Program Kredit: Mobil, Tenor, dan Penghematan

Program ini berlaku khusus bagi pelanggan Tesla di China yang membeli Model 3, Model Y, atau Model YL hingga pada 31 Januari 2026. Pelanggan mendapatkan fasilitas pembiayaan dengan bunga tahunan sangat rendah dan tenor hingga 7 tahun.

Dibandingkan dengan bunga standar sekitar 2,5 persen per tahun, program ini bisa menekan bunga hingga 0,5 persen per tahun, yang otomatis bisa menghemat konsumen hingga RMB 33.479 ± Rp 80,1 juta untuk keseluruhan tenor.

Persyaratan Uang Muka dan Cicilan per Bulan

Untuk Tesla Model 3 dan Model Y varian lima penumpang, uang muka minimum yang harus disiapkan adalah RMB 79.900 sekitar Rp 191,4 juta. Cicilan per bulan mulai dari RMB 1.918 ± Rp 4,6 juta untuk Model 3 dan RMB 2.263 ± Rp 5,4 juta untuk Model Y.

Sementara itu, untuk Model YL yang berkapasitas enam penumpang, uang muka mulai dari RMB 99.900 ± Rp 239,3 juta, dan cicilan per bulan minimum mencapai RMB 2.947 ± Rp 7,05 juta.

Program Tambahan dan Peran Model YL

Selain skema kredit baru ini, Tesla juga menawarkan insentif pembiayaan bunga 0 persen selama 5 tahun untuk semua model lokal di China. Hal baru dalam program ini adalah dimasukannya Model YL ke dalam skema bunga 0 persen — sebelumnya belum dicakup.

Keputusan ini dinilai cukup strategis mengingat persaingan di sektor kendaraan listrik di China semakin sengit, baik dari produsen lokal maupun internasional. Tesla mengharapkan bahwa opsi pembiayaan yang lebih ringan akan membantu mempertahankan minat beli sekaligus mengurangi dampak negatif dari pajak pembelian yang baru diberlakukan.