Bisnis

Tren KOL 2026: Mitra Strategis Brand, Bukan Sekadar Promosi

Di tahun 2026, KOL menjadi mitra yang membantu membangun kredibilitas brand melalui data, keaslian, dan storytelling.

Di tahun 2026, KOL menjadi mitra yang membantu membangun kredibilitas brand melalui data, keaslian, dan storytelling.

Peran KOL Semakin Strategis

Co-CEO KOL.ID, Rizky Permata, memprediksi bahwa peran Key Opinion Leader KOL akan makin penting di tahun 2026, terutama dalam memenangkan kepercayaan konsumen. KOL tak lagi dilihat sebagai alat promosi semata, tetapi sebagai mitra strategis dalam memperkuat kredibilitas dan kedekatan brand dengan audiensnya. Tren ini dipicu oleh persaingan konten yang semakin sengit dan perubahan perilaku audiens yang membutuhkan relevansi dan dampak terhadap keputusan membeli.

Hal ini sejalan dengan perkembangan ekosistem kreator di Indonesia, di mana brand mulai memprioritaskan kampanye yang bukan hanya menjangkau banyak orang, tapi juga terukur dan relevan.

Kunci utama dalam strategi ini adalah pengambilan keputusan berbasis data serta kemiripan karakter antara kreator dan brand. Ukuran seperti engagement rate, niche, dan kepribadian kreator dianggap lebih penting ketimbang sekadar melihat jumlah pengikut.

"Setiap brand memiliki karakter dan target audiens yang berbeda. Karena itu, pemilihan KOL harus benar-benar disesuaikan dengan niche, kepribadian, hingga tingkat keterlibatan engagement rate, bukan sekadar melihat jumlah pengikut," jelas Rizky Permata.

Selain itu, perencanaan yang matang sangat didorong dalam setiap kampanye, termasuk daftar kreator yang relevan, instruksi brief yang jelas, dan koordinasi efektif antara pihak brand, agensi, dan kreator. Penetapan poin wajib dan ruang eksplorasi penting agar konten tetap amanah dan sesuai karakter brand.

Pentingnya sistem penjadwalan dan pelaporan yang terukur juga disoroti sebagai syarat kampanye yang berhasil. Evaluasi performa konten dilakukan secara berkala misalnya H+3, H+7, hingga H+90 berdasarkan metrik engagement dan hasil nyata dari kampanye.

Salah satu kecenderungan yang juga mulai muncul adalah brand yang mengelola kampanye KOL secara in-house. Dengan tim internal yang kuat, brand bisa bergerak lebih cepat dan memiliki kontrol yang lebih besar atas proses seleksi, monitoring, dan pelaporan.

Dari sisi kreator, kejujuran dan keaslian menjadi modal penting agar audiens percaya dan loyal. Konten yang berbasis pengalaman nyata lebih mudah diterima dan dianggap lebih tulus dibanding konten yang hanya mengandalkan tren. Kreator yang mampu menjaga ciri khasnya, memiliki storytelling yang baik, dan kualitas konten yang konsisten diyakini akan mampu bertahan di tengah persaingan dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan.

Seiring transformasi industri KOL di tahun 2026, brand makin selektif dalam memilih kreator yang mampu membawa narasi sendiri, bukan hanya mengikuti instruksi dari brand. Kreator kini diharapkan sebagai pihak yang dapat menumbuhkan nilai dan cerita brand secara organik dan otentik, sehingga kedekatan dan kredibilitas menjadi fondasi utama kampanye pemasaran.