Udang Keju dan Kopi Susu Jadi Makanan dan Minuman Paling Diminati di GrabFood Tahun 2025
Data transaksi GrabFood Januari–Oktober 2025 memperlihatkan udang keju dan kopi susu memuncaki daftar pesanan terbanyak.
Laporan Tren Konsumen Grab Indonesia 2025
Laporan yang diterbitkan Grab Indonesia berdasarkan analisis transaksi dari Januari hingga Oktober 2025 menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam pola konsumsi masyarakat di layanan pesan-antar makanan. Data tersebut mengindikasikan bahwa di kategori makanan, menu "udang keju" menempati urutan pertama pesanan terbanyak, diikuti oleh mi Jawa, ayam geprek, ayam goreng, dan nasi goreng.
Sementara dalam kategori minuman, kopi susu paling diminati konsumen. Urutan berikutnya diisi oleh es teh, jus jeruk, americano, dan coffee latte. Sedangkan kategori belanja cepat quick commerce menunjukkan produk kesehatan dan perawatan diri sebagai lini terlaris, mencerminkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap self-care dan aspek kesehatan.
Pertumbuhan di Area Daerah dan Segmen Belanja
Layanan pesan-antar makanan GrabFood meluas hingga ke wilayah-wilayah luar pusat ekonomi. Jayapura mencatat pertumbuhan penggunaan layanan tertinggi sebesar 53 persen, disusul oleh Mamuju 32 persen, Palangkaraya dan Yogyakarta masing-masing 26 persen dari Januari hingga Oktober 2025. Kota-kota lain seperti Pangkal Pinang, Pematang Siantar, Prabumulih, dan Aceh juga mengalami kenaikan di atas 15 persen.
Dari sisi jenis pembeli, pengguna perorangan atau solo shopper menjadi yang paling aktif dengan pertumbuhan nilai transaksi bulanan sebesar 4,65 persen, melampaui segmen pembelian rumah tangga yang tumbuh sebesar 4 persen. Tren fitur berbagi—misalnya fitur yang memungkinkan konsumen membeli makanan untuk pengemudi—juga meningkat; paket nasi ayam bakar paling sering dipilih, diikuti dengan nasi soto dan nasi rendang.
Kesadaran Konsumen dan Perilaku Digital
Masyarakat semakin memperlihatkan preferensi terhadap produk dan kemasan yang ramah lingkungan. Sebanyak 77 persen konsumen menyatakan kesediaannya membayar lebih untuk produk yang berkelanjutan; 50 persen memilih kemasan ramah lingkungan; dan 46 persen menggunakan alat makan yang dapat digunakan ulang. Program-program keberlanjutan pun telah diadopsi oleh puluhan ribu merchant GrabFood di Indonesia.
Moment-moment spesial seperti Natal, Tahun Baru, Ramadhan, dan Idul Fitri menjadi saat di mana konsumsi meningkat signifikan. 58 persen konsumen menyebutkan bahwa mereka berbelanja lebih banyak pada momen khusus tersebut, sementara 67 persen selalu memeriksa promo atau diskon sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan pemesanan.
Pemanfaatan fitur digital juga terus berkembang. Transaksi melalui fitur Group Order alias pesan bareng melonjak 191 persen, sementara layanan Dine Out—fitur pemesanan di tempat makan atau reservasi langsung—menunjukkan pertumbuhan sebesar 151 persen.
Kutipan Dari Pihak Grab Indonesia
"Peran layanan pesan-antar pada tahun ini semakin dipertegas dengan perluasan akses layanan dan pembaruan fitur yang semakin beragam dan relevan. Hal ini dapat terlihat dengan adanya pertumbuhan transaksi, kebiasaan baru masyarakat dalam menikmati makanan, serta dampak langsung yang dirasakan UMKM kuliner di berbagai daerah," ujar Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia.
Implikasi dan Kesimpulan
Temuan atas laporan GrabFood sepanjang tahun 2025 ini memantulkan bahwa produk kuliner tertentu, seperti udang keju dan kopi susu, telah menjadi bagian penting dari tren konsumsi di dalam negeri. Kenaikan penggunaan layanan antar makanan di daerah-daerah non-metropolitan juga menandakan adanya pemerataan akses layanan digital.
Selain itu, nilai yang lebih besar diletakkan pada aspek kesejahteraan diri dan lingkungan hidup, terbukti dari tingginya minat terhadap self-care serta keberlanjutan. Pelaku usaha, terutama merchant dan pemilik usaha kuliner, bersama Grab memiliki peluang untuk terus menyesuaikan produk, fitur layanan, dan strategi pemasaran agar selaras dengan kebutuhan konsumen masa kini yang lebih peduli pada kualitas, nilai tambah, dan dampak dari pilihan mereka.