Unhas Menembus Sungai dan Perbukitan Untuk Jangkau Wilayah Terdampak Bencana di Aceh Tengah
Tim Medis Universitas Hasanuddin menembus akses sulit demi menyentuh komunitas yang terisolasi pasca banjir dan longsor di Aceh Tengah.
Akses Sulit Untuk Pelayanan Kesehatan
Tim Medis Universitas Hasanuddin Unhas berhasil menjangkau desa-desa isolasi di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, yang belum pernah tersentuh layanan kesehatan setelah dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Pasca kedatangan mereka pada 16 Desember 2025, tim relawan medis ini melakukan tugas pengabdian masyarakat selama delapan hari penuh.
Tim dan Koordinasi Operasional
Ketua Tim, dr. Muhammad Phetrus Johan, menyebut tim beranggotakan sembilan orang—yang terdiri dari dokter spesialis, dokter residen, dan mahasiswa klinik dari Fakultas Kedokteran Unhas. Program ini dilakukan atas koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Unhas dan dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek.
Desa-desa Terisolasi yang Disasar
Beberapa desa terisolasi menjadi fokus layanan, di antaranya Desa Jamat dan sekitarnya, Desa Reje Payung, Desa Linge, Desa Kalasegi, Bamil Nosar di Kecamatan Bintang, Desa Gunung Suku Kecamatan Lut Tawar, serta Bergang dan Karang Ampar Kecamatan Ketol.
Rute dan Medan Ekstrem
Untuk menjangkau Desa Jamat, tim melakukan perjalanan darat selama sekitar tujuh jam melalui jalan yang rusak dan berlumpur. Desa-desa seperti Reje Payung dan Linge bahkan tertutup sepenuhnya dari akses kendaraan bermotor. Di Reje Payung, tim harus menyeberangi sungai dengan arus deras menggunakan tali, sementara ke desa Bergang dan Karang Ampar mereka berjalan kaki sejauh enam kilometer melintasi perbukitan dan menyeberangi sungai melalui jembatan bambu darurat.
Permasalahan Kesehatan yang Muncul
Warga di desa-desa tersebut menghadapi beragam masalah kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut ISPA, hipertensi, gangguan pencernaan, dan nyeri otot akibat aktivitas fisik berat serta kondisi lingkungan yang buruk. Krisis air bersih juga memperburuk situasi medis secara keseluruhan.
Layanan Tambahan dan Dukungan Psikososial
Di samping pelayanan medis dasar, tim Unhas membuka enam pos layanan kesehatan dan secara khusus menyelenggarakan kegiatan trauma healing untuk anak-anak dan kelompok rentan di Desa Rusip, Kecamatan Silih Nara, yang masih diliputi trauma karena bencana.
Penyerahan Bantuan dan Harapan ke Depan
Sebelum menyelesaikan tugasnya, tim juga mengirimkan donasi berupa obat-obatan, bahan medis habis pakai, penyaring air water purifier, perangkat komunikasi, hingga sistem internet satelit ke Dinas Kesehatan Aceh Tengah dan RSUD Datu Beru. Mereka berharap upaya ini dapat membantu pemulihan jangka panjang dan meringankan beban masyarakat terdampak bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.